Yup! Itu aku di Desa Bumiaji, bukan dalam rangka rekreasi ato tamasya lho,tapi ne lagi kerja.. Tu poto diambil sewaktu aku dan temen kerjaku sedang berkunjung ke Dusun Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, guna mengambil gambar outlet rokok U Mild untuk dokumentasi kantor..
Walau pekerjaanku sebenarnya adalah desainer tapi entah kenapa tambah lama aku semakin jauh saja dari pekerjaanku itu. Malah besok (Senin, 2 November 2009) aku akan diajari pimpinanku buat ngurusi bagian perijinan. Sungguh aku gag habis pikir apa sebenarnya peranku bagi kantorku sekarang ini.. Semoga saja ini gag berlangsung lama, karena gelar Sarjana Seni yang susah payah kudapat semasa kuliah dulu bakal sia-sia dan skill desainku bakal luntur tertumpuk rutinitas dokumentasi dan perijinan ini, amin..
Terima kasih ya karena blogger dah sudi membaca curhatan kecil-kecilan ini ^^

Hari ini adalah hari di mana seminar ROADSHOW CONCEPT SHARING 2009 : How To Be Creativepreneur mampir ke UM (kampusku dulu), karena CONCEPT merupakan majalah wajib para desainer tentu saja acara tersebut gag boleh kulewatkan. Acara itu dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB dengan dihadiri sekitar 447 peserta, kata panitianya seh jumlah segitu dah merupakan rekor kehadiran terbanyak selama Roadshow Concept diadakan 3 tahun ini. Dari acara tersebut berikut adalah oleh-oleh yang dapat saya berikan kepada pengunjung blog saya :
dipersentasikan oleh Djoko Hartanto (Founder Father Majalah Desain Grafis CONCEPT dan salah satu pendiri majalah BABYBOSS, dalam seminar ROADSHOW CONCEPT SHARING 2009 : How To Be Creativepreneur, Rabu - 26 Oktober 2009, Gedung A3 lt. 2 Universitas Negeri Malang)
Enterpreneur
Seseorang yang berani berkomitmen mengembangkan suatu usaha yang menurutnya akan bisa menghasilkan outcome positif dan bertanggung jawab penuh untuk segala resiko dari keputusannya tersebut.
Creative Entrepreneur (CE)
Seorang Entrepreneur yang berkecimpung di industri kreatif.
10 Hal yang merupakan Karakter Penting Seorang Creative Entrepreneur (CE) yaitu :
1. Memulai Sesuatu yang Baru yang Asli Berasal Dari Dalamnya Dirinya
CE mengawali perjalannya dengan mengandung impiannya, dan setelah genap waktunya, dia melahirkan produk orisinilnya sendiri.
Kata 'sendiri' di sini adalah benar-benar dari diri kita sendiri, ibarat DNA (Deoxyribo-nucleic acid) di mana berbeda-beda tiap individunya.
“Your Future Is In Your DNA, You Have To Know What Is Your Unique Gen”
Saya (Djoko Hartanto) beranggapan memulai sesuatu yang berasal dari diri kita merupaka start awal yang paling tepat, jujur, dan pas dengan spesifikasi kita. Lagian mengapa kita harus memakai 'baju' orang lain?
2. Percaya bahwa kreativitas adalah komponen vital untuk kesuksesan bisnisnya dan secara natural menumbuhkan kreatifitas menjadi kultur usahanya
Saat ini kreatifitas dan inovasi bisa menjadi competitive edge dari suatu bisnis. Masyarakat modern hidup dalam suatu kondisi pasar yang sudah matang (dalam banyak hal bisa diartikan 'jenuh') yang dikuasai oleh perusahaan berskala besar. Kondisi ini menciptakan kemapanan sekaligus entry barrier yang tinggi bagi pemain baru. Namun sejarah membuktikan bahwa selalu ada celah bagi inovator kreatif baru yang bisa menmbus dominasi perusahaan besar. Contohnya diantaranya adalah Thomas Alva Edison dengan bohlam lampunya yang kemudian membangun emporium bisnis raksasa yang bernama General Electric, Mamofuku Ando dengan mie instan pertamanya yang kemudian menjadi fondasi bisnis Nissin, Bill Gates yang memutuskan drop-out dari Harvard dan mendirikan Microsoft.
3. Melakukan praktek dasar dari suatu bisnis yang bernama Kerja Keras
Seperti King Gillete yang seorang salesman perusahaan tutup botol yang menciptakan alat cukur yang praktis dan dapat digantikan bila telah tumpul serta berusaha dengan keras memasarkannya hingga pada tahun 1908 dia telah memiliki pabrik di Amerika, Kanada, Inggris, Perancis, dan Jerman dengan penjualan gagang pisau cukur mencapai 450.000 unit dan mata pisau 70 juta unit.
Saya (Djoko Hartanto) mengumpamakan bahwa bila ide kreatif adalah mata panah, maka kerja keras adalah batang panah yang memberikan substansi bagi ide kreatif untuk bisa melesat dan menembus sasaran.
4. Mengerti nilai dari produknya dan mengerti bahwa margin yang sehat sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup bisnis dan industri yang kita geluti.
Adalah hal yang lazim bahwa orang kreatif memiliki passion untuk berkarya, seringkali tidak berpikir masalah uang. Kasarnya asal karyanya diterima masyarakat, hatinya sudah senang. Namun demikian kadang selfless (ketidak-egoisan) ini akhirnya bukan membawa hal yang baik bagi industri, namun bisa menjadi bumerang bagi para kreatif yang lain.
Sebagai contoh adalah Osamu Tezuka, seorang Dewa Manga Jepang, pada tahun 1960an dia menjual komik manga Astro Boy pada jaringan televisi Fuji Tzv. Tezuka mengalah untuk menerima bayaran yang sangat murah untuk tiap episodenya.Bisa jadi ini karena didasari hsrat kuat dari Tezuka yang ingin melihat karyanya diadaptasi ke layar kaca sekaligus kekuatirannya bila harga yang ditawarkannya terlalu tinggi sehingga obsesi membawa manga ke layar kaca tak akan terjadi. Tanpa disadari Tezuka dan Mushi Production (perusahaan yang didirikannya), telah tercipta standar biaya yang terlalu rendah bagi industri animasi Jepang karena adalah hal yang sangat sulit bagi studio animator Jepang untuk mengajukan harga yang pantasmengingat Sang Dewa Manga sendiri mau dibayar rendah.Standar bayaran rendah ini dikenal dengan nama “Kutukan Tezuka” yang kemudian memakan korban Mushi Production sendiri sampai gulung tikar di tahun 1973.
Bila kitra menerapkan value yang terlalu mahal bagi tawaran kita maka kita akan kehilangan calon konsumen, namun bila kita menawarkan terlalu murah maka kita bisa tergelincir kerja rodi demi konsumen. Pilih mana?
Dalam banyak hal, saya (Djoko Hartanto) lebih setuju bahwa lebih baik kita terlalu tinggi menawarkan jasa kita daripada terlalu rendah.
5. Mengerti kebutuhan dan selera pasar berikut selera idealisnya sertamengerti bagaimana mencari titik temunya
Insan kreatif seringkali memiliki pemikiran yang advanced (jauh lebih maju), berbeda dan kadang radikal dibandingkan orang-orang kebanyakan. Jelas hal ini adalah hal yang baik namun bisa menimbulkan tantangan tersendiri karena sesuatu yang berbeda, maju, dan radikal akan menantang kemapanan. Seringkali bila pasar belum siap mengerti dan menolak ide maju tersebut.
Sebagai contoh adalah Newton, PDA pertama di dunia yang dikembangkan Apple mulai tahun1989 dan diluncurkan di tahun 1993. Dikarenakan Newton merupakan produk yang terlalu maju dan belum dapat diterima oleh pasar pada saat itu bahkan membuat Apple sangat merugi maka pada tahun 1998 Apple berhenti memproduksinya.
6. Tidak berhenti saat terpuruk karena melakukan kesalahan bahkan bangkit dan belajar dari kesalahan tersebut
Kadang hal terbaik adalah membuat kesalahan. Sejarah menuliskan bahwa produk-produk yang sukses di pasaran kadang dibuat didasari kesalahan di masa lampau. Kesuksesan Iphone dicapai setelah melalui pengalaman pahit dengan Newton.
7. Tidak terjebak dalam rutinitas bisnis melainkan menyediakan waktu untuk berhenti sejenak, mengambil jarak pandang untuk mengevaluasi bisnis kiat serta waktu untuk bereksperimen
Saat bisnis anda sebagai seorang CE maju, anda bisa terjebak dalam satu rutinitas pekerjaan yang melelahkan. Pontang-panting mengejar deadline dan melayani klien. Akibatnya adalah kita tak memiliki waktu untuk duduk diam, rehat sejenak, dan melihat bisnis kita secara makro, juga melakukan R&D (research and development) agar bisnis kita naik kelas. Mengambil rehat untuk melihat bisnis kita dari sudut yang lebih tinggi serta menyediakan waktu untuk bereksperimen adalah hal yang sangat penting bila kita ingin naik kelas.
Sebagai contoh. Adria Ferran adalah head chief yang disebut sebagai koki terbaik di dunia. Dalam satu tahun dia menutup restorannya, El Bulli, selama lima bulan untuk bereksperimen dengan berbagai macam teknik masak dan menu baru. Adria Ferran diasosiasikan dengan molecular gastronomy (Il,u yang mempelajari reaksi fisika dan kimia yang terjadi dalam masak-memasak). Dalam satu tahun Restoran El Bulli hanya bisa menerima 8.000 pelanggan dari 2,2 juta permintaan.
Jadi kalau ingin makan di El Bulli harus bersaing dengan 250 orang lainnya untuk memperebutkan satu kursi. Lebih susah daripada antri masuk UMPTN atau cari kerja ^o^.
8. Mengerti kapan dan bagaimana mempersiapkan/mempercepat/menunda peluncuran produk impian
CE yang matang akan mengerti akan timing. Pada poin 5 dan 6 kita lihat bagaimana satu ide brilian yang diluncurkan pada timing berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda pula.
9. Saat kesulitan datang, CE akan menghadapinya dengan tabah dan memutar otak kreatifnya untuk mencari solusi
Kemapanan membuat orang, termasu CE, enggan bergerak dari zona nyamannya. Namun dalam hidup semua orang akan selalu berulang masa-masa sulit. Dan kesulitan yang terjadi bisa menjadi sarana untuk membuat CE keluar dari zona nyamannya untuk berevolusi ke satu bentuk yang lebih sesuai.
Sebagai contoh di tahun 1980 dan 1990an, Cockroach adalh salah satu boysband beraliran pop rock yang tengah naik daun dengan penjualan albumnya yang mencapai 100.000 kopi. Beberapa lagunya bertengger di top-forty bahkan mencapai top-ten di Australia. Namun sebagaimana lazimnya boysband lain (NKOTB, Take That, Westlife, dan Boyzone), kepopuleran Cockroach pun memudar seiring dengan bertambahnya usia dan masalah personal masing-masing personilnya sehingga pada akhirnya boysband ini pun bubar. Singkat cerita, para personil Cockroach pada suatu waktu mengadakan reuni untuk kemudian mengolah kemampuan musik mereka untuk mengembangkan edutainment anak-anak sehingga terbentuklah grup musik band baru yang dinamakan The Wiggles. The Wiggles menuai suskses yang mendunia lewat album, video, serial TV, dan konser.Oleh Business Review Weekly's mereka dinobatkan sebagai entertainer dengan pendapatan tertinggi di Australia dengan pendapatan sebesar AUS$45 juta di tahun 2007. Mereka mengoleksi 17 penghargaan gold, 12 penghargaan platinum, 3 penghargaan double platinum, dan 10 penghargaan multi-platinum untuk penjualan lebih dari 17 juta keping DVD dan 4 juta keping CD. Di tahun 2002, The Wiggles menjadi program edutainment pra sekolah paling sukses yang pernah disiarkan oleh jaringan TV Australia Broadcasting Corporation's (ABC).
10. Bekerja untuk tujuan yang baik
Adalah hal yang sangat penting untuk mengerti bahwa apa yang kita kerjakan merupakan hal yang baik dan bermanfaat. Karena akan ada waktunya di mana kita sebagai CE mengalami masa-masa sulit, masa-masa penantian di mana usaha kita serasa tidak membuahkan hasil dan keuntungan.Keyakinan dan alasan kuat bahwa apa yang kita buat ini adalah hal yang baik akan sangat menguatkan hati kita untuk melalui saat-saat melelahkan tersebut.
Hari ini, Senin 26 Okt 2009, jadi salah satu hari yang panjang dalam hidupku setelah tadi pagi melepas kepergian calon mertua (^o^) pergi berhaji di Lapangan Rampal Malang.. Sempet gemes seh karena seharusnya jadwal pemberangkatan jam 11.00 WIB tapi karena si walikota telat dateng jadi molor dweh, bis pemberangkatan dilepas sekitar jam 11.45 WIB padahal camer dan para pengantar dah standby dari jam 10.00 WIB, byuh2.. Gini ta cara para pejabat ngelaksanain tugas-e? Pada ‘ngaret’ semua..
Btw secara keseluruhan acara berlangsung lancar dan mengharukan, secara pacar dan adek2nya gag bisa jauh dari ortu jai tadi pada nangis2an deh.. Semaoga camer dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan lancar serta kembali ke tanah air dengan keadaan sehat wal’afiat tanpa kekurangan suatu apapun dan menyandang haji yang mabrur.. amin..
Written by Gino
Going to be applying to a graphic design school soon? Well you should start preparing as soon as possible, because this can be a very stressful process and nothing is worse than rushing something so important! The sooner and better prepared you are, the higher your chances will be of getting into a graphic design school you will be happy attending. Below are some tips to get you started on your journey of applying to design schools.
Graphic Design School Tips
1. Have a Versatile, but Focused Portfolio
As a graphic designer it is important to have a versatile Graphic Design portfolio, at least early one. The point of design school is to figure out what area of design you like best, such as web design, magazine design, print design and so on, but when applying it can be better to show a general portfolio. You should always show what you do best, just don’t have all website designs or all magazine spreads. Mix it up and show you are multi-talented and not a one trick design pony!
2. Show Basic Art Skills
When applying to art school its important to have some fine art in your portfolio, even if you are a designer, because it shows you have a solid foundation in art. Drawings are the most common item featured in graphic design portfolios, followed by paintings. Just make sure they are actually good drawings and paintings and don’t add too many. Remember design is what you are there for, but its good to show you have solid basic art skills.
3. Practice Your Interviewing
Practicing your interviewing skills can go a long way. You don’t have to go crazy, but get comfortable responding to interview type questions and communicating about your work with other people. You don’t want to appear nervous or unconfident about yourself, what you want and your work. Be relaxed and sure of yourself!
4. Dress Appropriately
You may be a free spirit, but you should dress properly for your interview. Its not like you have to wear a suite and tie, but you should look neat and well dressed. A dress shirt and nice jeans or pants or a blazer and nice jeans would probably do the trick. Just make sure you shower, shave and brush your teeth too!
5. Know Your Projects
Nothing is worse than not being able to talk about your projects. Is there a concept behind your work? Who was it done for? Why did you pick those colors? What style were you going for? Make a list of a bunch of questions such as these and make sure you can answer them easily for all the projects in your portfolio.
6. Have Goals
This may seem silly, but surprisingly a lot of people have no long or short term goals in life. What are you thinking about specializing in? What skills would you like to improve? Do you have any other hobbies such as photography you would like to take classes on? What do you think you would like to do after college? At least have some sort of idea of what you plan on doing with your life!
7. Learn About the School and Program
Applying to a school you know nothing about is an easy way to push yourself into a trap. Many interviewers will ask you some basic questions about the school such as: Why do you want to apply here? What classes were you thinking of taking and so on. Research the schools programs as much as possible and try and learn some general background information about the school. Is it know as a fine arts school? What will be your major? What classes are you looking forward to? Do you know any teachers or people who go to the school?
Hope you enjoyed these tips and I wish you all the best of luck!
Halo..
Ini posting-an blog-ku yang pertama, agak kagok juga karena ga' biasa ngetik buku harian, diary, atau apalah secara rutin, tapi ini tahun baru dan aku pingin punya kebiasaan baru yang positif tentunya. Membuat Blog! Itu yang kuputuskan.
Salam Kenal buat para blogger di seluruh dunia, Blog world - here I Come..!!!